The Partnership Behind the Vision
whitepaper ini merupakan hasil kolaborasi yang belum pernah terjadi sebelumnya antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia serta Kementerian Kesehatan nasional — dua institusi yang jarang menulis bersama dalam satu publikasi.
Yang menyatukan mereka adalah keyakinan yang sama: bahwa meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun bangsa yang lebih kuat dan kompetitif. Kesehatan bukan hanya tanggung jawab publik, juga bukan semata-mata isu ekonomi, melainkan prioritas nasional bersama yang menuntut aksi terkoordinasi lintas sektor.
Dengan dukungan wawasan analitis dari IQVIA; perspektif pengembangan dari world bank; serta kontribusi berharga dari kementerian pemerintah, asosiasi industri, institusi akademik, organisasi kesehatan, dan para ahli individu di seluruh Indonesia yang telah meluangkan waktu, data, dan pengetahuan mereka untuk mewujudkan publikasi ini.
Foreword
Government Leadership
Budi G. Sadikin
Minister of Health Republic of Indonesia
Membangun bangsa yang kuat dimulai dengan memastikan kesehatan masyarakat kita. Keterkaitan antara kesehatan, kesejahteraan, dan pertumbuhan ekonomi sangat jelas: masyarakat yang lebih sehat akan lebih produktif, dan sistem kesehatan yang lebih kuat mendorong pembangunan yang lebih luas. Oleh karena itu, berinvestasi dalam kesehatan bukan hanya menjadi prioritas sosial, tetapi juga merupakan pendorong strategis bagi masa depan ekonomi Indonesia.
Business Leadership
Anindya Novyan Bakrie
Chairman Indonesian Chamber of Commerce and Industry (KADIN Indonesia)
Ketika kita berbicara tentang masa depan Indonesia, kita sering memulai dengan infrastruktur, digitalisasi, atau transisi energi. Namun, ada satu faktor pendukung yang secara diam-diam menjadi dasar bagi semua ambisi tersebut: kesehatan masyarakat kita dan kekuatan sistem kesehatan kita. Dari sudut pandang komunitas bisnis, kami merasakan secara langsung bagaimana kesehatan membentuk tingkat ketidakhadiran, produktivitas, kapasitas inovasi, dan kepercayaan terhadap sistem.
Additional Leadership Messages
Shinta Widjaja Kamdani
Vice Chairwoman for Human Development, Culture & Sustainable Development, KADIN Indonesia
David Utama
Vice Chairman for Health, KADIN Indonesia
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Leading National Health Policy for All Indonesians
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memimpin kebijakan kesehatan nasional, pengawasan regulasi, dan inisiatif penguatan sistem kesehatan untuk memastikan akses layanan kesehatan yang merata dan berkualitas di seluruh wilayah dan masyarakat. Mandatnya mencakup strategi kesehatan masyarakat, standar pelayanan, perencanaan tenaga kerja, integrasi kesehatan digital, serta kerangka pembiayaan kesehatan nasional.
Untuk publikasi ini, Kementerian memberikan kontribusi berupa data pemerintah, perspektif kebijakan, serta analisis sistem kesehatan nasional—memastikan bahwa temuan dalam whitepaper ini berlandaskan pada realitas penyelenggaraan layanan kesehatan masyarakat di seluruh kepulauan. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen Kementerian dalam memperkuat sistem kesehatan Indonesia melalui kebijakan berbasis bukti dan keterlibatan lintas sektor yang terkoordinasi.
- Jl. H. R. Rasuna Said Blok X5 Kav. 4–9 Jakarta 12950, Indonesia
- www.kemkes.go.id
KADIN Indonesia
The Umbrella Organization for Indonesian Business
KADIN Indonesia merupakan organisasi payung bagi asosiasi bisnis dan perusahaan di Indonesia, yang mewakili kepentingan serta kapasitas sektor swasta di tingkat nasional. Organisasi ini berperan sebagai jembatan strategis antara industri dan pemerintah, menyelaraskan kapasitas sektor swasta dengan prioritas ekonomi Indonesia yang lebih luas di berbagai sektor utama.
Untuk publikasi ini, Kelompok Kerja Kesehatan KADIN memimpin koordinasi dengan mitra pemerintah, asosiasi industri, dan mitra analitis. Hal ini memastikan bahwa whitepaper mencerminkan baik peluang maupun tanggung jawab dunia usaha Indonesia dalam mendukung transformasi kesehatan nasional—melalui investasi, inovasi, dan kemitraan yang akuntabel.
- Menara Kadin Indonesia Jl. H. R. Rasuna Said X-5 Kav. 2–3 Jakarta 12950, Indonesia
- www.kadin.id
Supporting Partners
Publikasi ini dikembangkan dengan dukungan dan kontribusi dari mitra analitis, institusi pemerintah, pemimpin industri, dan asosiasi profesional. Meskipun whitepaper ini ditulis bersama oleh KADIN Indonesia dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, wawasan yang disajikan di dalamnya mencerminkan kontribusi berharga dari berbagai stakeholder di seluruh ekosistem kesehatan Indonesia.
IQVIA — Analytical Contribution
IQVIA adalah pemimpin global dalam analitik data kesehatan, teknologi, dan riset. Kementerian Kesehatan dan KADIN menyampaikan apresiasi yang tulus kepada IQVIA, dan secara khusus kepada Erwin Widjaja, atas kontribusi analitis yang signifikan dalam menginterpretasikan kumpulan data yang kompleks serta menerjemahkannya menjadi wawasan terstruktur yang menjadi dasar whitepaper ini.
World Bank — Expert Perspectives
world bank memberikan perspektif ahli mengenai peran layanan kesehatan dalam pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Kami menyampaikan apresiasi atas kontribusi dari Eko Setyo Pambudi, Lander Bosch, dan Jacopo Gabani atas masukan substantif serta keahlian mereka dalam ekonomi sistem kesehatan dan pembangunan.
Government Bodies & Regulatory Institutions
Publikasi ini memperoleh manfaat dari data dan masukan berharga yang disediakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS); Kementerian Perindustrian; Kementerian Perdagangan; Kementerian Keuangan; Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM); Otoritas Jasa Keuangan (OJK); serta Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Industri Hilir. Perspektif kelembagaan mereka memperkuat fondasi analitis dari karya ini.
Industry Partners — Data & Market Insights
Kami berterima kasih atas kerja sama dan dukungan dari para mitra industri terkemuka dalam berbagi data pasar dan wawasan, khususnya Siloam Hospitals, GE Healthcare, Siemens, Philips, Mindray, dan Abbott. Kontribusi mereka memperkaya pemahaman sektoral yang tercermin dalam publikasi ini.
Healthcare Industry Associations
Kami mengakui kontribusi asosiasi industri termasuk Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia (GPFI), International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG), Indonesian Association for the Study of Medicines (IASMED), Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI), Himpunan Pengembangan Ekosistem Alat Kesehatan Indonesia (GAKESLAB), Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA), dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI). Keterlibatan mereka memastikan bahwa berbagai perspektif industri terwakili dalam whitepaper ini.
Supporting Partners
Publikasi ini dikembangkan dengan dukungan dan kontribusi dari mitra analitis, institusi pemerintah, pemimpin industri, dan asosiasi profesional. Meskipun whitepaper ini ditulis bersama oleh KADIN Indonesia dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, wawasan yang disajikan di dalamnya mencerminkan kontribusi berharga dari berbagai stakeholder di seluruh ekosistem kesehatan Indonesia.
OJK — Financial Services Authority
Regulasi layanan keuangan dan asuransi dalam ekosistem kesehatan Indonesia.
PERSI — Indonesian Hospital Association
Mewakili rumah sakit publik dan swasta di seluruh negeri.
ARSADA — Association of Regional Public Hospitals
Mengadvokasi fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah daerah.
ARSSI — Indonesian Private Hospital Association
Mewakili kepentingan sektor rumah sakit swasta.
ASPAKI — Indonesian Medical Device Manufacturers Association
Mendukung produksi dan perdagangan alat kesehatan dalam negeri.
GAKESLAB — Indonesian Medical Device & Laboratory Companies
Mewakili para pemangku kepentingan industri alat kesehatan dan laboratorium diagnostik.
HIPELKI — Indonesian Medical Device Ecosystem Development Association
Memajukan pengembangan ekosistem alat kesehatan Indonesia.
AB3O — Bio-Pharmaceutical Raw Materials Association
Mendukung rantai pasok bahan baku biofarmasi.
Farmasi Indonesia — Central Executive Board of GP Farmasi
Mewakili sektor apotek komunitas.
AAJI — Indonesian Life Insurance Association
Mewakili industri asuransi jiwa dan produk perlindungan kesehatan.
Acknowledgments
whitepaper ini merupakan publikasi bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Dokumen ini merupakan hasil kolaborasi lintas pemerintah, industri, akademisi, dan institusi kesehatan—mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat sistem kesehatan Indonesia sebagai pilar pembangunan nasional.
Kementerian Kesehatan dan KADIN menyampaikan apresiasi yang tulus kepada Erwin Widjaja dari IQVIA atas kontribusi analitis yang signifikan dalam menginterpretasikan kumpulan data yang kompleks serta menyederhanakannya menjadi dokumen yang ringkas, koheren, dan terstruktur dengan baik yang menjadi dasar temuan whitepaper ini.
Kami juga mengakui kontribusi world bank, khususnya Eko Setyo Pambudi, Lander Bosch, dan Jacopo Gabani, atas masukan substantif serta perspektif ahli mereka mengenai peran sektor kesehatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
We are thankful to The Chairperson of the Standing Committee on Public Policy (Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto), the Chairperson of the Standing Committee on Pharmaceuticals and Pharmaceutical Raw Materials (Jonathan Sudharta), the Chairperson of the Standing Committee on Medical Devices and Health Supplies (dr. Randy Teguh), the Chairperson of the Standing Committee on Disease Prevention and Control (Maika Nurhayati, ST, MSi, FisQUA), and the Chairperson of the Standing Committee on Inter-Institutional Relations, Associations, and Health CSR (Bintang Sitompul) for strengthening the industry perspectives reflected in this study; and Jeffri Hardianto, Lupi Trilaksono, and Rendra Hermanasach for co-leading the delivery of this publication and sharing responsibility for its execution and completion.
Yorin Anggari and Charles Wonsono played a central role in conceptualizing and structuring the document, coordinating with key stakeholders, and finalizing the publication. Tian Nugraheni, Friska Dhammawati, Aulia Rosyida, and Raih Rona contributed through data collection and comprehensive review of the document.
This publication also benefited from the contributions, insights, and support of many other individuals and organizations whose names are not individually listed here. Their engagement and collaboration were essential to the development of this paper, and are gratefully acknowledged.
This document benefited from valuable data and inputs provided by Statistics Indonesia (BPS); the Ministry of Industry; the Ministry of Trade; the Ministry of Finance; the Ministry of Investment and Downstream Industries / Investment Coordinating Board (BKPM); Financial Services Authority (OJK). We also acknowledge the contributions of industry associations, including Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia (GPFI), International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG), The Indonesian Association for the Study of Medicinals (IASMED), Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI), Gabungan Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium (GAKESLAB), Himpunan Pengembangan Ekosistem Alat Kesehatan Indonesia, Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA), and Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI).
We are grateful for the cooperation and support of industry partners in sharing market insights, particularly Siloam Hospitals, GE Healthcare, Siemens, Philips, Mindray, and Abbott. This engagement was coordinated by Jeffri Hardianto, Lupi Trilaksono, and Rendra Hermanasach.
The delivery of the study was co-led by L. Rizka Andalusia, Asnawi Abdullah, and David Utama, who shared overall responsibility for its execution and completion.
